Senin, 28 November 2016

Gadget Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat

Gadget Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat






Akhir akhir ini kemajuan technology begitu bekembang pesat , orang semakin mudah megakses sesuatu informasi hanya melalui genggaman tangan mereka yang bernama “Gadget/Smart phone, 

Dunia seakan tak berjarak , kita bisa berkomunikasi dengan siapapun salung bertatapan wajah ,  saling memandang , walaupun jarak yang sangat jauh melalui Gadget tersebut,kita seakan di manja oleh gadget, kita juga dapat bertanya apapun pada Gadget tentang alamat , tempat tinggal seseorang , pekerjaan nya dan lain lain, sampai kadang kita lupa menyapa teman kita, atau keluarga atau saudara kita yang ada di hadapan kita.

di tempat tempat umum, semua menunduk memandang kotak kecil berukuran 3" sampai 7" yang , kadang mereka tertawa-tawa sendiri , sedih sendiri, senyum senyum sendiri di memandang layar kecil itu,dan juga ada yang memasang tampang “sewot”. Dan dia sudah benar-benar tidak peduli siapa dan apa yang di samping kiri dan kanannya.

Keadaan yang terjadi di rumah-rumah pun tak jauh berbeda. Sibuk dengan dunia maya-nya, seorang pemuda tak tahu kalau tetangganya baru meninggal dunia malam hari, dia baru kaget ketika paginya banyak tamu di rumah tetangganya. Bukan cuma tetangga, bahkan orang tua nya pun seakan menjadi orang asing yang berada dalam satu rumah.

Gadget memang mendekatkan yang jauh tapi sungguh Menjauhkan yang dekat.

itulah konsekuensi dari kemajuan tekhnologi, semakin maju bisa jadi moral manusia semakin merosot.



Salam,
Rully 


Minggu, 27 November 2016

Fungsi Lumpur Pengeboran



Definisi
Lumpur pengeboran dapat di definisikan sebagai semua jenis fluida (Cairan –Cairan berbusa gas bertekanan) yang dipergunakan untuk membantu operasi pengeboran dengan membersihkan dasar lubang dari serpihan bor dan mengangkatnya ke permukaan , dengan demikian pengeboran dapat berjalan dengan lancar ,lumpur pengeboran yang digunakan sekarang pada mulanya berasal dari pengembangan penggunaan air untuk mengangkat serbuk bor , kemudian dengan berkembangnya teknologi pengeboran lumpur pengeboran mulai digunakan . Selain lumpur pengeboran, digunakan pula gas atau udara sebagai fluida pengeboran.

2.1 Fungsi Lumpur Pengeboran
Pada awal penggunaan pengeboran berputar, fungsi utama fluida pemboran hanyalah mengangkat serpihan dari dasar sumur ke permukaan, Akan tetapi saat ini fungsi utama lumpur pengeboran adalah:
1.      Pengangkatan Serpihan bor (Cutting Removal )
Lumpur yang di sirkulasi membawa serpihan bor ke permukaan dengan adanya pengaruh gravitasi serpih cenderung jatuh, tetapi dapat diatasi oleh daya sirkulasi dan kekentalan lumpur.
Dalam melakukan pemboran serbuk bor (cutting) dihasilkan dari pengikisan formasi oleh pahat,
Harus dikeluarkan dari dalam lubang bor. hal ini berdasarkan berhasil atau tidaknya lumpur untuk mengangkat serbuk Bor .Apabila serbuk bor tidak dapat dikeluarkan maka akan terjadi penumpukan serbuk bor di dasar lubang.jika hal ini terjadi maka akan terjadi masalah seperti terjepitnya pipa oleh serbuk bor, serbuk bor dapat di angkat jika lumpur mempunyai kemampuan untuk mengangkatnya, kemampuan serbuk bor untuk terangkat hingga ke permukaan tergantung yield poin lumpur itu sendiri. Jika lumpur sudah memiliki yield point yang memadai maka dengan melakukan sirkulasi serbuk bor dapat keluar bersama-sama dengan lumpur untuk dibuang melalui alat pengontrol solid (Solid Control Equipment) berupa Shale Shaker, desander, Mud Cleaner, dan Centrifuge.
2.      Mendinginkan dan Melumasi
Pahat Panas yang cukup besar terjadi karena gesekan pahat dengan formasi maka panas itu harus dikurangi dengan mengalirkan lumpur sebagai pengantar panas ke permukaan .semakin besar ukuran pahat semkin besar juga aliran yang dibutuhkan.kemampuan melunasi dan mendinginkan dapat di tingkatkan dengan  menambah zat-Zat yang bersifat lubrikasi (pelicin)misalnya : Minyak ,deterjen,graphite , aspal , dan zat surfaktan khusus , serbuk batok kelapa.bahkan bentonite juga berfungsi sebagai pelicin karena dapat mengurangi gesekan antara dinding dan rangkaian bor.
3.      Membersihkan dasar lubang (bottom hole cleaning) ini adalah fungsi yang paling penting dari lumpur bor , lumpur mengalir melalui Bit Nozzle, menimbulkan daya sembur yang kuat sehingga dasar lubang dan ujung ujung Bit menjadi bersih dari serpihan atau serbuk bor, ini akan memperpanjang umur Bit dan mempercepat laju pengeboran ,laju sembur(jet velocity) minimum 250 fps untuk tetap menjaga daya sembur yang kuat ke dasar lubang,laju sembur yang optimal sebaiknya harus memperhitungkan kekuatan formasi atau daya kemudahan formasi formasi untuk di bor (formation drillabillity) kalua laju sembur terlalu besar pada formasi yang lunak dan akan mengakibatkan pembesaran lubang (Hole enlargement) karena kikisan semburan , sedangkan pada formasi keras akan terjadi pengikisan pahat dan menyia-nyiakan horse power .
4.      Melindungi dinding lubang supaya stabil lumpr bor harus membentuk deposit, dari ampas tapisan (filter cake) pada dinding lubang sehingga formasi menjadi kokoh dan menghalang halangi masuknya fluida (filtrat) ke dalam formasi, kemampuan ini Akan meningkat jika fraksi koloid dari lumpur bertambah, misalnya dengan menambahkan attapulgi atau zat kimia yang dapat meningkatkan pendespersian padatan. dapat pula dengan menambahkan zat-zat polymer sehingga Viscositas dari filtrate meningkat , dengan demikian mobilitas filtrate di dalam filter cake dan formasi akan berkurang
5.      Menjaga atau mengimbangi tekanan formasi pada kondisi normal gradient tekanan normal: 0.465/ft, 0.107-ksc/ft. berat dari kolom lumpur yang terdiri dari fase air, partikel –partike padat lainya cukup memadai untuk mengimbangi tekanan formasi .tetapi jika menjumpai tekanan abnormal dibutuhkan materi pemberat khusus (missal: XCD-Polymer) yang mempunyai berat jenis tinggi untuk menaikan tekanan hyrostastic dari kolom lumpur agar dapat mengimbangi dan menjaga tekanan formasi. Besarnya tekanan hydrostatic tergantung dari berat jenis fluida yang digunakan dan tinggi kolom yang dapat di hitung dengan persamaan                                  HP=0.052 x Mw (ppg) x D =…psi=0, 00695 x Mw (pcf) x D =…Psi dimana HP=Tekanan Hydraustatic Lumpur (psi). Mw= densitas lumpur. Ppg/pcf.  D= kedalaman (feet)
6.      Menahan serpih /serbuk Bor dan padatan lain nya jika sirkulasi di hentikan kemampuan lumpur bor untuk menahan atau mengapungkan serpih bor  pada saat tidak ada sirkulasi  tergantung sekali pada daya agarnya (Gel Strengt) Daya agar adalah suatu sifat fluida thixotropis yang mempunyai kemampuan mengental dan mengagar jika di diamkan (static condition) dan kembali lagi mencair jika di mixing . Sifat pengapung atau penahan serpih di dalam lumpur sangat di inginkan untuk mencegah turun nya serpih ke dasar lubang atau menumpuk di annulus yang Akan memungkinkan terjadinya rangkaian bor terjepit. Tetapi daya agar ini tidak boleh terlalu tinggi supaya mengalirnya kembali lumpur tidak membutuhkan tekanan awal yang terlalu besar.
7.      Sebagai media logging data-data dari sumur yang di selesaikan sangat penting untuk dasar evaluasi sumur yang bersangkutan, juga penting untuk dasr pembuatan program dan evaluasi sumur-sumur yang Akan di bor selanjutnya, data-data tersebut di atas dapat di analisa cutting dan pengukuran langsung dengan wire logging. Untuk itu lubang borr haruus bersih dari cutting.
8.      Menunjang (support) berat dari rangkaian bor dan selubung makin dalam dalam pengeboran , maka berarti semakin panjang pula rangkaian pipa atau casing nya , sehingga beban yang harus diterima menara rig akan bertambah besar , dengan adanya bouyancy effect dari lumpur akan menyebabkan beban efektif menjadi lebih kecil sehingga dengan kemampuan yang ada mampu melakukan pengeboran yang lebih dalam . faktor yang mempengaruhi dalam hal ini adalah berat jenis lumpur
9.      Menghantarkan daya hydrolika ke pahat , lumpur pemboran adalah media untuk menghantarkan daya hydolika dari permukaaan ke dasar lubang .daya hydrolika lumpur harus di tentukan di dalam membuat program pengeboran sehingga laju sirkulasi lumpur dan tekanan permukaan di hitung sedemikian agar pendayagunaan  tenaga (power) menjadi optimal untuk membersihkan lubang dan mengangkat serpih bor .kemampuan untuk mengangkat serbuk bor dari bit itu di dapat karena adanya tenaga hydraulic yang harus di salurkan dari permukaan menuju BIT melalui media lumpur yang di sebut sebagai Bit Hydraulic Horse power
10.  Mencegah dan menghambat laju Korosi, korosi dapar terjadi karena adanya gas gas yang terlarut seperti oksigen (O2), Karbon dioksida (CO2) dan H2S. dan juga karena PH lumpur yang terlalu rendah atau adanya garam garam yang ada di dalam lubang bor , untuk menghindari hal2 tersebut di atas ke dalam lumpur dapat di tambahkan bahan bahan pencegah korosi atau di usahakan untuk mencegah pencemaran yang terjadi
2.2 Sifat-sifat penting Lumpur Pengeboran
Dalam suatu operasi pengeboran semua fungsi lumpur pemboran haruslah berada dalam kondisi yang baik sehingga operasi pemboran dapat belangsung dengan baik. Hal ini dapat di capai apabila sifat lumpur selalu di Amati dan di jaga secara kontinyu dalam setiap tahap operasi pengeboran. Selain hal tersebut di atas pengukuran dan pengamatan sifat-sifat kimia juga harus di lakukan dengan seksama. Hal ini di maksudkan untuk menjaga kestabilan sifat –sifat lumpur pengeboran.
          2.2.1 Berat Jenis
                     Sifat ini berhubungan dengan tekanan hydroustatic yang di timbulkan oleh suatu kolom lumpur, karena nya harus selalu di jaga guna mendapatkan tekanan hydraustatic yang sesuai dengan tekanan yang di bor. lumpur yang terlalu ringan dapat menyebabkan ENTERUSI FLUIDA formasi ke dalam lubang dan hal ini menyebabkan kerontokan dinding Lubang , kick and Blow Out . Lumpur yang terlalu berat dapat menyebabkan Problema Lost Corculation.
         2.2.2 Rheology and Gel Strength
                     1. Viscositas
Viscositas adalah tahanan terhadap aliran atau gerakan yang penting untuk laminar flow. Alat untuk mengukur viscositas adalah Marsh Funnel.
                     2. Plastic Viscosity (PV)
Plastic Viscosity merupakan tahanan terhadap aliran yang di sebabkan oleh gesekan antara sesama benda padat di dalam lubang bor dan merupakan salah satu parameter kenaikan solid yang ada dalam lumpur.
                   3. Yield Poin (Yp)
Yield Poin merupakan tahanan tahanan yang di sebabkan oleh Gaya elektro kimia antara padatan –padatan, cairan-cairan dan Padatan – cairan.
          

                
                4. Gel Strength
Gel Strength adalah sifat dimana benda cair menjadi kental bila di dalam keadaan diam dan makin lama Akan bertambah kental, sifat ini dikenal juga dengan istilah “THIXOTOPIC”
   
       2.2.3 Sand Content
Sand content adalah penentuan Kadar pasir pada lumpur pemboran adalah untuk mencegah abrasi pada pompa dan peralatan pengeboran lain nya juga untuk mencegah Mud cake dan Drill Pipe Sticking
       2.2.4 Solid Control
Kandungan solid control di dalam lumpur jika tidak di control dengan baik Akan berakibat yang buruk antara lain:-
Ø  memperlambat penetration rate
Ø  susah mengatur sifat2 rheologi
Ø  bit dan peralatan lain cepat aus
Ø  theatment menjadi lebih mahal
Solid berasal dari penambahan weighting agent dapat pulla dari drilled formasi.
     2.2.5 Alkalinity filtrate
Tujuan dari pemeriksaan Alkalinity filtrate adalah untukmengetahui kontaminan2 terhadap lumpur, Kontaminan ini dapat berasal dari lumpur yang di bor maupun dari air yang di gunakan untuk membuat lumpur.
      2.2.6 Fluid Loss (Water)
Bila suatu campuran padat dengan cair, seperti lumpur berada dengan media yang menyerap (porous) seperti dinding lubang bor dengan adanya tekanan yang bekerja padanya, maka Akan terjadi perembesan zat cair ke dalam media porous tersebut.
     2.2.7 PHPH
Menyatakan konsentrasi dari gugus hydroxyl (OH) yang terdapat dalam lumpur yang Akan mempengaruhi ke reaktifan bahan-bahan kimia yang di gunakan dalam lumpur.